Lukisan Terkenal di Dunia Diciptakan Kembali Memakai Balon

Para seniman tidak habis-habisnya dalam berkarya. Mereka memiliki daya imajinasi yang tinggi. Mereka dapat menciptakan suatu bentuk karya seni dari imajinasinya tersebut. Ada saja yang mereka ciptakan. Seperti Lawrence Larry Charles Moss atau yang lebih dikenal banyak orang dengan nama Larry Moss, seorang seniman profesional dari negara Amerika yang dilahirkan pada 25 September, 1970.

Larry Moss berkarya dalam seni airigami, suatu seni merangkai dan melipat balon lateks (balon karet). Seni airigami itu sendiri juga merupakan suatu pengembangan seni melipat kertas "Origami" yang berasal dari negara Jepang.

Larry Moss telah memulai karirnya sejak tahun 1986 sebagai seniman jalanan di kota New York, Amerika. Namun sekarang, dia telah menjadi seorang seniman yang sukses. Dia telah membuat berbagai karya seni yang luar biasa dan mengagumkan dengan media balon di 12 negara di empat benua yang berbeda. Karena karya-karya seninya, dia juga telah mendapatkan Guinness World Record.

Karya-karya seni dari balon yang diciptakan Larry Moss antara lain: Balloon Manor, patung balon pertama di seluruh dunia yang dapat dikemudikan, patung balon yang tidak bulat dengan ukuran super besar, dan rumah hantu seram dalam skala besar yang seluruhnya dibuat dari balon. Dari berbagai macam karya seni dari balon yang dibuat oleh Larry Moss tersebut, ada karya milikinya yang paling unik, aneh, dan artistik, yaitu tiruan lukisan yang terkenal di seluruh dunia. Larry Moss menciptakan kembali lukisan-lukisan tersebut memakai media balon dengan maksud agar lukisan-lukisan yang dibuat oleh seniman-seniman yang terkenal itu tidak terlupakan dan kemudian hilang gaungnya begitu saja.

Berikut sedikit koleksi foto dari lukisan terkenal di dunia yang diciptakan kembali oleh Larry Moss dengan memakai balon.

Lukisan-Terkenal-Memakai-Balon-0
Lukisan "Birth of Venus" (Italian: Nascita di Venere) yang menggambarkan kelahiran Dewi Venus yang memiliki cinta yang agung dan kecantikan yang luar biasa, dilukis oleh Sandro Botticelli.

Lukisan-Terkenal-Memakai-Balon-1
Lukisan "Still Life" yang menggambarkan berbagai benda yang dibuat manusia dan berbagai benda yang terdapat dari alam, dilukis oleh Paul Cézanne.

Lukisan-Terkenal-Memakai-Balon-2
Lukisan "Whistler's Mother" yang memiliki nama resmi "Arrangement in Grey and Black", dilukis oleh James Abbott McNeill Whistler.

Lukisan-Terkenal-Memakai-Balon-3
Lukisan "American Gothic" yang menggambarkan orang-orang yang tinggal di rumah pedesaan, dilukis oleh Grant Wood (Grant DeVolson Wood).

Lukisan-Terkenal-Memakai-Balon-4
Lukisan "Vitruvian Man" yang menggambar seorang laki-laki sempurna yang berada di dalam garis kotak yang dikelilingi lingkaran, dilukis oleh Leonardo DaVinci.

Lukisan-Terkenal-Memakai-Balon-5
Lukisan "Mona Lisa" yang terkenal dengan senyumannya yang misterius dan penuh rahasia ("Secret of The Smile"), dilukis oleh Leonardo da Vinci.

Sumber: Wikipedia.org dan IncredibleThings.com
Kredit foto: via Pinterest.com
Read More »

Pulau Burano Cantik Penuh Warna Cerah Ceria

Warna-warni yang cerah ceria apabila dikombinasikan menjadi satu akan tampak cemerlang dan menarik untuk dilihat, sehingga dapat mempengaruhi dan membuat suasana hati seseorang menjadi lebih hidup dan bahagia. Bahkan, warna-warni tersebut dapat menciptakan suatu perasaan semangat dalam melakukan berbagai macam aktivitas sehari-hari.

Demikian halnya dengan Burano yang merupakan sebuah pulau yang cantik di bagian utara dari Venetian Lagoon, Italia. Pulau Burano terkenal dengan pulau yang penuh warna cerah ceria dan karya seni renda tradisional yang ditekuni secara turun temurun oleh masyarakatnya. Namun, ada yang paling unik dari pulau itu lho. Yang membuat pulau itu unik yaitu, warna-warna tersebut oleh para penduduknya diaplikasikan di rumah-rumah milik mereka. Sehingga, rumah-rumah mereka tampak meriah dan memiliki ciri khas warna yang berbeda-beda antar rumah satu dengan yang lainnya.

Pulau Burano adalah sebuah desa nelayan tua, dan tradisi nelayan di pulau tersebut telah lama ada dan berkembang turun temurun sejak zaman Romawi. Untuk mencapai pulau Burano, hanya dibutuhkan waktu sekitar 40 menit saja dari Venice, Italia dengan menggunakan perahu. Pulau Burano pertama kalinya didirikan oleh orang-orang pendatang yang berasal dari Romawi. Ketika itu, orang-orang Romawi tersebut melarikan diri dari kota Altino selama terjadinya Masa Migrasi atau disebut juga dengan nama Invasi Barbar. Pulau Burano mendapatkan namanya setelah menjadi salah satu gerbang dari bekas kota yang telah berdiri pada masa itu.

Bangunan pertama yang berdiri di pulau Burano adalah rumah palafitte. Rumah palafitte merupakan suatu rumah dengan dinding yang disusun dari tongkat tenun. Kemudian tongkat tenun yang telah disusun tersebut direkatkan dengan menggunakan lumpur agar mendapatkan kerapatan diding yang baik dan sempurna. Setelah kehidupan masyarakat di pulau tersebut semakin maju, rumah palafitte yang telah lama mereka tempati, mereka ganti dengan rumah baku yang terbuat dari batu bata. Namun mereka tidak hanya merasa puas dengan rumah baku saja, untuk mendapatkan suasana yang tampak lebih ceria dan dapat terlihat jelas ketika kabut datang, mereka juga memberi warna-warna cerah pada rumah mereka dengan menggunakan cat.

Warna-warna yang diaplikasikan pada rumah-rumah di pulau tersebut telah ada selama berabad-abad lamanya. Juga pada setiap periode, masyarakat pulau Burano mengembangkan sistem pewarnaan khusus untuk menghias rumah mereka. Namun jika seseorang ingin memberi sentuhan warna bagi rumahnya, seseorang itu harus mengirim permohonan ijin kepada pemerintah setempat. Kemudian pemerintah akan memberikan balasan atas permohonan tersebut dengan membuat pemberitahuan khusus tentang warna tertentu yang diizinkan untuk diaplikasikan pada rumah mereka. Sekarang bagaimana dengan anda? Apakah anda juga tertarik menghias rumah anda dengan memberi warna seperti rumah-rumah yang ada di pulau Burano?

Berikut sedikit koleksi foto dari pulau Burano yang cantik dan penuh warna cerah ceria.

Pulau-Burano-Penuh-Warna-0

Pulau-Burano-Penuh-Warna-1

Pulau-Burano-Penuh-Warna-2

Pulau-Burano-Penuh-Warna-3

Pulau-Burano-Penuh-Warna-4

Pulau-Burano-Penuh-Warna-5

Pulau-Burano-Penuh-Warna-6

Pulau-Burano-Penuh-Warna-7

Pulau-Burano-Penuh-Warna-8

Pulau-Burano-Penuh-Warna-9

Pulau-Burano-Penuh-Warna-10

Sumber: Wikipedia.org dan SmithsonianJourneys.org
Kredit foto: via Flickr.com
Read More »

The Old Man of Storr, Puncak Bukit Berbatu yang Mempesona

"The Old Man of Storr" adalah suatu puncak bukit berbatu yang memiliki panorama alam yang mempesona. Puncak bukit tersebut terletak di daerah yang paling dikenal sebagai "Trotternish", di sebelah utara Isle of Skye, Skotlandia. Kumpulan batu di puncak bukit itu memiliki tinggi sekitar 50 meter dan batu-batu besar tersebut menonjol di atas jalan 9,5 km sebelah utara kota Portree. Daerah tersebut juga merupakan titik dataran tertinggi dari Trotternish Ridge (Punggung bukit daerah Trotternish).

The Old Man of Storr sendiri memiliki sebuah legenda yang sangat populer. Legenda tersebut bercerita bahwa nama The Old Man of Storr memiliki puncak yang menonjol dan gari-garis batu yang unik menyerupai wajah seorang laki-laki tua. Kata "Storr" itu sendiri berasal dari Norse yang memiliki arti "Great Man" (Laki-laki yang besar).

Seluruh area punggung bukit daerah Trotternish dibentuk oleh sisi daratan tua yang kokoh, sedangkan kumpulan batu-batu besar di area tersebut terbentuk dari aliran lava yang menumpuk. Batu-batu besar itu sendiri dikenal banyak orang dengan nama "The Storr". The Storr adalah tempat yang paling mudah dikenal dan sebagai ciri khas pulau itu.

The Storr juga merupakan tempat yang paling banyak diabadikan gambarnya dalam bentuk karya seni fotografi. Bahkan, adegan pembuka film "Prometheus" diambil di The Old Man of Storr. "Prometheus" itu sendiri merupakan sebuah film fiksi ilmiah pada tahun 2012 yang berasal dari Amerika Serikat. Film tersebut diskenarioi oleh Jon Spaihts dan Damon Lindelof, dan disutradarai oleh Ridley Scott.

Bagaimana, puncak bukit yang luar biasa indah bukan? Apabila anda tertarik dan penasaran ingin berkunjung ke The Old Man of Storr. Silahkan anda siapkan hari libur yang khusus untuk mengunjunginya.

Berikut beberapa koleksi foto dari The Old Man of Storr, puncak bukit berbatu yang mempesona.

Puncak-Bukit-Berbatu-0

Puncak-Bukit-Berbatu-1

Puncak-Bukit-Berbatu-2

Puncak-Bukit-Berbatu-3

Puncak-Bukit-Berbatu-4

Sumber: BBC.co.uk, LonelyPlanet.com, dan Wikipedia.org
Kredit foto: via Flickr.com
Read More »

Zalipie, Desa Lukisan yang Unik dan Mengagumkan

Apabila anda mendengar sebuah kata "Desa", saya yakin anda pasti akan membayangkan tempat yang damai dan tentram, tempat yang penuh kesederhanaan jauh dari gemerlap kemewahan, dan tempat yang sejuk bebas dari berbagai macam polusi udara. Namun, beberapa dari anda pasti tidak membayangkan tempat yang pehuh dengan berbagai lukisan yang artistik dan mengundang decak kagum banyak orang bukan?

Adalah Zalipie, sebuah desa yang unik dan mengagumkan di daerah tenggara Polandia yang berjarak 68 km ke arah timur dari ibukota daerah Kraków (bahasa Inggris: Krakow atau Cracow, bahasa Jerman: Krakau). Desa tersebut sangat terkenal dan populer dengan sebutan "The Painting Village" (Desa Lukisan) karena rumah-rumah di desa itu dilukis dengan menggunakan berbagai macam warna yang cantik. Tradisi dekorasi interior dan eksterior rumah-rumah di desa tersebut berasal pada akhir abad ke 19 ketika tungku baru dengan cerobong asap menggantikan tungku kuno yang memiliki sedikit lubang di langit-langit. Lubang yang sedikit pada tunggu kuno tersebut menyebabkan timbulnya jelaga yang menghitamkan diding-dinging rumah.

Dinding-dinding rumah yang tampak menghitam tersebut terlihat kotor dan tidak sedap dipandang. Karena hal itu, para wanita desa tersebut berusaha menutup diding-dinding yang kotor karena jelaga itu dengan lukisan yang digambar dengan menggunakan kapur. Kemudian, dinding-dinding yang bercat putih dijadikan sebagai latar belakang untuk lukisan yang didesain dengan rapi tersebut.

Para wanita desa yang melukis rumah-rumah tersebut lebih cenderung menggunakan komposisi bunga yang merupakan simbol kecantikan. Mereka juga melukis karangan bunga di bawah gambar, di sekitar pintu dan jendela, dan menempatkan suatu penekanan khusus pada dekorasi di daerah sekitar tungku perapian. Setelah lukisan bagian dalam rumah telah mereka selesaikan, kemudian mereka melukis bagian luar rumah, seperti tembok rumah, kandang ayam, rumah anjing, tempat sampah, pagar, jembatan di taman, dan sumur.

Pada awalnya, ornamen yang digunakan didominasi dengan bentuk titik-titik, zig-zag, kurva, garis bergelombang, dan lingkaran. Bahan yang digunakan pun sangat sederhana, hanya yang tersedia di sekitar rumah saja, seperti tanah liat, kapur, dan jelaga. Sebagai campurannya mereka menggunakan gula, putih telur, dan susu. Campuran tersebut dipoles dengan menggunakan alat-alat yang terbuat dari bahan tradisional, seperti kulit sapi, rambut kuda, atau rambut manusia. Namun, beberapa jenis kuas juga telah digunakan pada masa itu.

Tradisi melukis rumah diadakan setiap tahun pada minggu pertama setelah hari raya "Corpus Christi" (Tubuh Kristus) yang merupakan perayaan dilakukan oleh umat Katolik untuk menghormati Ekaristi. Tradisi tersebut dimulai pada tahun 1948 dan terjadi setiap beberapa tahun hingga tahun 1965, dan sekarang telah menjadi tradisi rutin di setiap tahunnya.

Bagaimana, apakah anda juga ingin melukis rumah anda agar tampak indah dan penuh warna seperti rumah-rumah yang terdapat di desa Zalipie?

Desa-Lukisan-0

Desa-Lukisan-1

Desa-Lukisan-2

Desa-Lukisan-3

Desa-Lukisan-4

Desa-Lukisan-5

Desa-Lukisan-6

Desa-Lukisan-7

Desa-Lukisan-8

Desa-Lukisan-9

Desa-Lukisan-10

Desa-Lukisan-11

Desa-Lukisan-12

Desa-Lukisan-13

Desa-Lukisan-14

Desa-Lukisan-15

Sumber: Kuriositas.com, Wikipedia.org, dan LonelyPlanet.com
Kredit foto: via Flickr.com
Read More »

Mitchell Falls, Air Terjun yang Indah dan Mempesona di Australia

Di bagian utara yang terpencil dari daerah Kimberley, Australia Barat terdapat suatu air terjun yang memiliki empat tingkat alami seperti anak tangga raksasa dan juga memiliki pemandangan alam yang sangat indah dan mempesona. Air terjun tersebut dikenal banyak orang dengan nama Mitchell Falls. Mitchell Falls tepatnya terletak di sekitar 2.140 kilometer timur laut dari kota Perth. Lokasi air terjun Mitchell Falls terletak di dalam The Mitchell River National Park yang merupakan taman nasional di Gippsland, Victoria, Australia. Mitchell Falls juga merupakan salah satu atraksi terbaik dan paling menakjubkan dari The Mitchell River National Park.

Air terjun Mitchell Falls hanya dapat anda capai dengan berjalan kaki atau mengendarai helikopter saat musim kemarau ketika Gibb River Road dibuka pada sekitar bulan Mei hingga bulan November di setiap tahunnya. Apabila anda menepuh perjalanan ke air terjun Mitchell Falls dengan berjalan kaki, anda dapat melalui jalan semak dengan medan kasar selama beberapa jam. Diperlukan tingkat kebugaran yang baik untuk berjalan kaki di medan tersebut. Namun apabila anda menepuh perjalan ke air terjun tersebut dengan melalui penerbangan helikopter, anda harus benar-benar paham medan ekstrim di dataran tinggi itu.

Musim hujan tiba dari bulan Desember dan berlangsung hingga bulan Mei, di mana daerah dataran tinggi Mitchell Plateau mendapat curah hujan tahunan dengan rata-rata sekitar 1.600 mm (milimeter). Hujan yang deras membuat sungai meluap dan mengikis dasar sungai sehingga membuat sungai semakin dalam. Hujan deras tersebut juga membawa pergi segala sesuatu yang ada dihadapan mereka, tanpa terkecuali. Hujan deras di daerah tersebut dapat menimbulkan banjir dengan kedalaman yang tinggi. Namun, air jernih dari hujan deras itu dapat tertampung di sungai yang alirannya mengarah ke jurang yang dalam dari air terjun Mitchell Falls.

Selama musim hujan, air terjun Mitchell Falls bebagian besar alirannya berasal dari air hujan sama seperti air terjun yang lainnya di daerah tropis Australia Utara. Namun ketika musim kemarau berlalu, aliran tersebut semakin lama akan semakin berkurang karena jarangnya curah hujan yang datang di musim itu. Antara bulan Juli hingga bulan Oktober, air terjun Mitchell Falls mengalirkan airnya dengan sangat deras ke berbagai aliran sungai.

Bagaimana, apakah anda tertarik untuk melakukan perjalan wisata ke air terjun Mitchell Falls tersebut?

Air-Terjun-di-Australia-0

Air-Terjun-di-Australia-1

Air-Terjun-di-Australia-2

Air-Terjun-di-Australia-3

Air-Terjun-di-Australia-4

Air-Terjun-di-Australia-5

Air-Terjun-di-Australia-6

Sumber: Wikipedia.org, DiscoverAustralia.com.au, dan World-of-WaterFalls.com
Kredit foto: via Flickr.com
Read More »

Pesona Taman Bawah Air yang Luar Biasa Indah di Austria

Taman adalah sebuah area yang sengaja dibuat dan dirancang manusia dengan maksud untuk menyegarkan suasana luar dan dalam ruangan. Biasanya taman berisikan berbagai macam tanaman yang cantik serta komponen-komponen yang lunak dan keras seperti kursi taman, lampu taman, jembatan kecil, patung-patung, dan pancuran untuk melengkapi keindahannya.

Taman yang paling sering kita jumpai adalah taman lingkungan, taman kota, taman sekolah, taman botani, taman bermain, taman wisata, taman rumah tinggal, dan taman perkantoran. Namun di negara Austria ditemukan taman bawah air yang memiliki pesona pemandangan yang luar biasa indah. Keindahan taman tersebut dapat memukau dan membuat decak kagum bagi siapa saja yang melihatnya.

Adalah "Grüner See" atau "Green Lake" yang merupakan sebuah danau unik di Styria, Austria dekat kota Tragöß. Danau tersebut dikelilingi oleh pegunungan dan hutan-hutan Hochschwab yang hijau alami. Danau itu memiliki air jernih berwarna hijau zamrud yang berkilauan seperti berlian yang mewah dan mahal. Kedalaman Grüner See berfluktuasi setiap tahunnya, sehingga taman yang berada di dalamnya benar-benar tenggelam semakin dalam.

Air danau Grüner See selalu tersedia oleh limpasan dari sekitar karst pegunungan. Danau tersebut paling penuh dapat mencapai sekitar 10 meter lebih dalam dari biasanya. Hal itu dapat terjadi pada musim semi, sekitar bulan Juni setelah matahari mancairkan salju yang terdapat di puncak gunung.

Tempat yang memiliki panorama dan kekayaan alam yang luar biasa mempesona tersebut telah terbukti menjadi daya tarik dan medan magnet yang kuat bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara, terutama penyelam. Bahkan tempat itu juga mengundang mereka untuk terjun, menyelam, dan menjelajahi taman bawah air yang spektakuler dan memukau semua pasang mata.

Taman bawah air yang dihiasi dengan jembatan dan bangku tersebut banyak terdapat pohon yang terendam didalam air yang tampak bening seperti kristal yang seakan-akan memberikan tampilan magis dan penuh misteri. Marc Henauer, seorang fotografer dan penyelam telah mengunjungi taman bawah air tersebut dan ketika di tempat itu, dia secara langsung juga telah menangkap beberapa gambar yang cantik dan mempesona.

Berikut beberapa koleksi foto dari pesona taman bawah air yang luar biasa indah di Austria.

Taman-Bawah-Air-0

Taman-Bawah-Air-1

Taman-Bawah-Air-2

Taman-Bawah-Air-3

Taman-Bawah-Air-4

Taman-Bawah-Air-5

Taman-Bawah-Air-6

Taman-Bawah-Air-7

Sumber: Wikipedia.org dan MyModernMet.com
Kredit foto: via Fubiz.net
Read More »